Kontroversi Pelepasan Lovebird oleh Saaih Halilintar: Tindakan Kasihan atau Ketidaktahuan

 

papajp4d login  property
Jakarta — Saaih Halilintar, yang dikenal karena kehadirannya di media sosial, baru-baru ini memicu kontroversi dengan membeli dan melepaskan seekor lovebird ke alam liar, yang kemudian menuai kritik dan kecaman. Saaih membela tindakannya dengan mengatakan bahwa dia telah meminta izin dari penjual sebelumnya.

“Aku tidak terlalu tahu banyak soal ini. Aku hanya tanya kepada penjual, ‘Bolehkah aku melepaskan ini?’ Dia bilang aman kalau dilepas,” Saaih Halilintar berbagi selama wawancara.

Dia juga menjelaskan bahwa lovebird yang dilepasnya memang kembali tidak lama setelah dilepas. “Tapi serius, burung yang aku lepas itu balik lagi,” Saaih Halilintar menegaskan.

Saaih, anak keenam dalam keluarga Halilintar, mengingat kembali kenangan masa kecilnya membeli dan melepaskan burung gereja yang dijual oleh pedagang jalanan. Meskipun menghadapi kritik dan ejekan, dia tetap bersikap santai. “Ini seru,” katanya.

Saaih mengatakan bahwa tindakannya didorong oleh rasa kasihan. “Aku merasa kasihan dengan burung tersebut.”

Ibunya, Lenggogeni Faruk, membenarkan bahwa Saaih memang mencintai binatang. “Dia sungguh mencintai binatang.”

Saat menjadi tamu dalam siaran langsung FYP Trans7, Saaih menerima penjelasan dari Irfan Hakim, seorang pecinta hewan, yang menjelaskan kritik terhadap tindakannya.

“Banyak orang yang mengomentari bahwa saat melepaskan binatang, seharusnya dilepaskan di habitatnya yang sesuai. Misalnya, burung Cendrawasih di Papua atau Jalak Bali di Bali. Melepaskan Jalak Bali di Jawa tidak tepat,” Irfan Hakim menekankan.

Tindakan Saaih, meskipun bermotivasi oleh kebaikan hati, memunculkan pertanyaan tentang pemahaman akan kehidupan liar dan kepemilikan hewan yang bertanggung jawab di era influencer media sosial.

sumber : Jakarta News ID

Komentar